Rabu, 13 Mei 2015

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi


 
Definisi dan dasar pengambilan keputusan

Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang  apa yang harus dilakukan dan mengenai unsur-unsur perencanaan.
Pengambilan keputusan adalah proses dalam manajerial,yang secara universal pengambilan keputusan merupakan alternatif dalam pemecahan masalah. Selain itu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seorang manajer menjadi tolak ukur keefektifan mereka. Pengambilan keputusan (decisionmaking)  diproses oleh pengambil keputusan (decision maker) yang hasilnya keputusan. Keputusan yang diambil akan menimbulkan aktivitas dan ataupun mengakhiri aktivitas.
Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli
  •  Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
  • Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
  • Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dasar pengambilan keputusan
-                  Keyakinan
-                  Intuisi
-                  Fakta-fakta
-                  Pengalaman
-               Kekuasaan

Jenis jenis keputusan Organisasi

Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
  • Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
  • Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan    tidak bersifat rutin.
Faktor faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

1.      Posisi/ kedudukan
            Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut.
a. Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
b. Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.

      2.      Masalah
            Masalah atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.
  
      3.      Situasi
            Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat
Faktor-faktor itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut.

Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.
Faktor-faktor yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.

      4.      Kondisi
            Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.

       5.      Tujuan
            Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.

Implikasi manajerial

Definisi kata implikasi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah keterlibatan dan manajerial adalah suatu keahlian yang yang sangat diperlukan oleh setiap pemimpin.
Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
1.      Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2.      implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Jadi implikasi manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi manajerial yang baik.

Sumber :

Phd, Nachrowi, Djahlal, Nachrowi. Msi, Usman Hardius. Teknik Pengambilan Keputusan. Grasindo.
Dermawan, Rezky. 2013. Pengambilan Keputusan. Bandung: Alfabeta
Brownlee, Malcolm. 1981. Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor Faktor di Dalamnya. Jakarta. BPK.

Selasa, 07 April 2015

Kepemimpinan




1.      Arti penting kepemimpinan
Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom (1995). Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau dipacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan.
Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin, pada dasarnya dapat diterangkan melalui tiga aliran teori berikut ini
-          Teori Genetis (Keturunan), Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan bakat bukannya dibuat). Para penganut aliran teori ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong pada pandangan fasilitas atau determinitis.
-          Teori Sosial, Jika teori pertama di atas adalah teori yang ekstrim pada satu sisi, maka teori inipun merupakan ekstrim pada sisi lainnya. Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa “Leader are made and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati). Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori genetika. Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
-          Teori Ekologis, Kedua teori yang ekstrim di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi terhadap kedua teori tersebut timbullah aliran teori ketiga. Teori yang disebut teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling mendekati kebenaran. Namun demikian, penelitian yang jauh lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan timbulnya sosok pemimpin yang baik.

2.      Tipologi kepemimpinan
Dalam teori kepemimpinan terdapat 6 tipologi kepemimpinan yang di kenal yaitu :
1.      Tipe otoriter
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan yang akan di lalkukan dan ditetapkan keputusan ditentukan sendiri oleh pemimpin semata mata. (tidak memberi kesempatan pada bawahan )
2.      Tipe demokratis
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan yang akan di lalkukan dan ditetapkan keputusan ditentukan sendiri bersama antara pemimpin dan bawahan. ( memberi kesempatan berpartisipasi pada bawahan)
3.      Tipe liberal
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan dan penetapan keputusan lebih banyak diserahkan pada bawahan. (memberi kebebasan pada bawahan)
4.      Tipe populis
Adalah tipe pemimpin yang mampu membangun rasa solidaritas pada bawahan atau pengikutnya.
5.      Tipe kharismatik
Adalah tipe pemimpin yang nilai ciri khas kepribadian yang istimewa atau wibawa yang tinggi sehingga sangat di kagumi dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap bawahannya atau pengikutnya.
6.      Tipe kooperatif
Dimaksudkan untuk kepemimpinan ciri khas indonesia yaitu kepemimpinan yang memiliki jiwa pancasila. Yang memiliki wibawa dan daya yang membawa serta dan memimpin masyarakat lingkungannya kedalam kesadaran kehidupan bermsyarakat dan kenegaraan berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1995.


Dalam perkembangannya 6 tipologi tersebut, dikenal juga tiga tipologi lain yaitu:

1.      Tipe tertutup
Tipe pemimpin yang tidak menginformasikan keadaan organisasi kepada bawahan atau pengikut walaupun dalam batas batas tertentu.
2.      Tipe terbuka
Tipe pemimpin yang menginformasikan keadaan organisasi kepada bawahan atau pengikut sehingga bawahan dalam batas batas tertentu mengetahui keadaan organisasi.
3.      Tipe moderat
Tipe pemimpin yang berorientasi pada iman, ilmu, amal, serta berwawasan lingkungan dan visi masa depan.

3.      Faktor – faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
-          Pemimpin (leader/head) : adalah orang yang memimpin
-          Anggota  : adalah orang orang yang di pimpin
-          Kekuasaan (power) : kapasitas mempengaruhi perilaku individu atau kelompok
-          Pengaruh (influence) :  tindakan atau contoh perilaku yang menyebabkan mempengaruhi perubahan sikap individu atau kelompok
-          Nilai (value) : keyakinan dasar tentang sesuatu mempengaruhi perilaku atau car bertindak individu/kelompok
-          Tujuan (objective) : sesuatu hasil atau sasaran yang ingin di capai

Dengan pola dikotomi, berdasarkan formula Hersey dan Blanchard serta penjelasan yang dikemukakan Kowalski dkk. di atas, penulis bisa membagi faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan menjadi dua faktor besar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang muncul dari diri pemimpin, sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang terkait dengan karakteristik bawahan dan situasi. Termasuk didalamnya situasi organisasi dan sosial.
-          Faktor Internal, Sebagai seorang pribadi, pemimpin tentu memiliki karakter unik yang membedakannya dengan orang lain. Keunikan ini tentu akan berpengaruh pada pandangan dan cara ia memimpin. Ada karakter bawaan yang menjadi ciri pemimpin sebagai individu, ada kompetensi yang terbentuk melalui proses pematangan dan pendidikan.

-          Faktor Eksternal, Faktor eksternal jika dikaitkan dengan formula Hersey dan Blanchard, adalah faktor bawahan dan situasi. Faktor bawahan adalah faktor yang disebabkan oleh karakter bawahan, di dalamnya terkait dengan status sosial, pendidikan, pekerjaan, harapan, ideologi, agama dll. Faktor-faktor itu tentu akan menentukan bagaimana pemimpin mengatur dan mempengaruhinya. Jika bawahan itu adalah siswa, maka pemipimpin akan menjalan pola kepemimpinan sesuai dengan karakter siswa. Karakter siswa pun akan berbeda-beda, ada yang belum dewasa sehingga pemimpin mendekatinya dengan pendekatan pedagogi, ada pula siswa yang sudah dewasa sehingga memerlukan pendekatan andragogi. Faktor eksternal lain adalah faktor situasi. Situasi ini berkaitan dengan aspek waktu, tempat, tujuan, karakteristik organisasi dll. Bertalian dengan waktu, perkembangan ilmu dan pengetahuan mempengaruhi cara pandang dan budaya manusia. Perkembangan itu berdampak pula pada perubahan konsep kepemimpinan. Hasbi Umari (2006:1-4) memaparkan bahwa ada perkembangan dalam kepemimpinan dilihat dari konteks sosial umat Islam.


4.      Implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi
Organisasi apapun yang berdiri, tentu akan menggunakan konsep kepemimpinan karena ada unsur filosofi (pandangan), harapan/tujuan, tantangan, dan sumber daya di dalamnya. Semua faktor itu harus diatur sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kata lain mesti ada konsep kepemimpinan dalam organisasi.

Daftar  pustaka
-          Soekarso, Iskandar Putong , Kepemimpinan, buku&karya iskandar putong, 2015
-          A.M Mangunhardjana,SJ , Kepemimpinan , Yogyakarta, PT Kanisius, 1976
-          Hennry Tjahjono , Kepemimpinan dimensi keempat , jakarta , PT Elex Media Komputindo , 2003
-          Harpycage , Arti penting kepemimpinanan dalam organisasi , http://harpycage.blogspot.com/2013/10/arti-penting-kepemimpinan-dalam.html , 07-04-2015 , 13.40
-          Asri , Teori dan Arti penting kepemimpinan , https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/teori-dan-arti-penting-kepemimpinan/ , 07-04-2015 , 14.00

Sabtu, 14 Maret 2015

Peran Komunikasi Dalam Organisasi



1.     Pengertian Komunikasi dan Arti Penting Komunikasi
Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa (Laswell).
Komunikasi adalah proses dimana seorang individu atau komunikator menoperkan stimulan biasanya dengan lambang lambang bahasa (verbal mau pun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain (Carl I. Hovland).
Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain (Edwin Emery).

Komunikasi merupakan proses menyampaikan sebuah ide atau gagasan dari satu individu ke individu lain atau kelompok. Yang biasanya menggunakan kata kata agar bisa saling mengerti satu dengan yang lainnya.
Komunikasi itu penting karena merupakan basic utama dalam mahluk hidup. Yang dimana kita dapat menyampaikan sesuatu kepada orang lain agar terjalin hubungan yang baik antar individu.

2.     Jenis Dan Proses Komunikasi
Jenis-jenis Komunikasi, yaitu :
1.Komunikasi Intrapribadi :
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalahkomunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnyaberpikir.
2.Komunikasi Antarpribadi :
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu,misalnya suami- istri, dua sejawat, guru-murid
3.Komunikasi Kelompok (Kecil) :
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuanbersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.
4.Komunikasi Publik :
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain.
5.Komunikasi Organisasi :
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok.
6.Komunikasi Massa :
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yangmenggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen.
PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi merupakan cara komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterpretasian.
2. Penyandian.
3. Pengiriman.
4. Perjalanan.
5. Penerimaan.
6. Penyandian balik.
7. Penginterpretasian
3.     Komunikasi efektif
Komunikasi efektif merupakan komunikasi yang di tandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik dan pada akhirnya menimbulkan suatu tindakan (Jalaludin)

Komunikasi efektif merupakan komunikasi dimana kedua belah pihak yang terlibat dalam berkomunikasi dapat memahami pesan yang disampaikan satu dengan yang lainnya

4.     Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkankapasitas, kualitas, efektifitas, dan efektifitas dari sumber yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.

Daftar Pustaka
1.Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, Grasindo, 2005.
2. Drs.Tommy Suprapto. M.S, Pengantar Teori & Manajemen, Yogyakarta, MedPress, 2009.
3. Richard West & Lynn H Turner, Pengantar Teori Komunikasi, Jakarta, Penerbit Salemba, 2008.
4. Aris Supriyadi, Peran Komunikasi dalam Organisasi, http://arissupri.blogspot.com/2013/12/peran-komunikasi-dalam-organisasi.html , 11/03/2015/18.30
5. Ade Irmiyati, Peran Komunikasi dalam Organisasi, http://irma-mintuna.blogspot.com/2013/03/peran-komunikasi-dalam-organisasi.html , 11/13/2015/18.55
6. Heri Y, Implikasi Manajerial, http://herisllubers.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html , 12/03/2015/19.45
7. Edo Parnando, Komunikasi Efektif , https://edoparnando27.wordpress.com/komunikasi-efetif/ , 12/03/2015/20.30