Minggu, 15 Juni 2014

cepen dan lagu tugas 4

Tulisan

Tanggung Jawab Ade
oleh Gusti Noor
     Sebenarnya Ade tahu dan mengerti, setiap hari Kak Nina selalu membantu Ibu menyiapkan makanan untuk dijual. Mengantarkan ke warung-warung dengan  mengendarai sepeda sebelum pergi ke sekolah. Ade juga tahu, Kak Nina sering terlambat tiba di sekolah karenanya. Tetapi anehnya Kak Nina tidak pernah tertinggal pelajarannya. Kak Nina di rumah selalu mengulang pelajaran yang diberikan di sekolah. Dan rasa-rasanya, Kak Nina adalah orang yang paling baik di rumah ini. Dan Ade tidak pernah merasa iri bila Kak Nina dibelikan sesuatu sedang dia sendiri tidak.
       Tetapi sekarang ini, pagi hari ini, Ade bersungut-sungut. Kak Nina sakit, berarti tidak berangkat ke sekolah dan tidak ada yang mengantar dagangan ke warung-warung. Ibu sudah lama tidak bisa pergi ke mana-mana karena mudah sakit kepala. Satu-satunya
yang bisa diharapkan adalah Ade.
       "Apa Ade tidak ingin membantu ibu? Sekali ini saja, selagi Kakakmu sakit, De...," Ibu berkata dengan penuh harap.
       "Ade hari ini ada ulangan, Bu. Harus berangkat lebih awal... Semalam tidak sempat banyak belajar...," jawab Ade sambil menyiapkan buku-bukunya. Wajahnya tampak cemberut. Ibu menarik nafas panjang mendengar alasan yang diberikan Ade. Kalau sudah demikian, mau apa lagi?
       "Biarlah saya sendiri saja, Bu. Rasanya kepala saya sudah tidak pening lagi," seru Kak Nina dari dalam kamar. Mendengar suara Kak Nina, Ibu lalu meninggalkan Ade yang masih berwajah cemberut.
       "Betul kau sudah sehat, Nina? Ibu khawatir nanti malam tambah sakitmu," kata Ibu. Kak Nina bangkit perlahan dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi. Ibu hanya mengawasi dari belakang sambil menggendong adiknya yang masih bayi.
       "Kenapa tidak kau bilang dari tadi kalau badanmu tidak sehat, Nin? Kalau saja kau bilang selagi Bapak belum berangkat, pasti Bapakmu yang mengantarkan kue-kue dagangan kita ini...," bisik Ibu.
       "Baru terasa setelah saya mandi tadi Bu... Mulanya tak terasa apa-apa. Mungkin juga sebentar saja sembuh, Bu," jawab Nina sambil terus berpakaian.
       Ade berangkat tergesa-gesa. Ada ulangan, begitu alasan yang disampaikannya untuk menolak tugas yang  biasa dilakukan Kak Nina. Padahal ia tidak langsung menuju ke sekolah, karena di sekolah pada waktu sepagi itu masih sepi. Bahkan mungkin gerbangnya belum dibuka. Dan sebenarnya pula tidak ada ulangan. Ade sengaja menolak tugas itu karena malu. Ia tidak mau teman-temannya melihatnya naik sepeda sambil membawa keranjang kue-kue. Ia tidak mau dikata-katai teman-teman seperti yang dialami Alip yang mengantarkan koran tiap pagi itu.
       Hari masih pagi benar. Ade tidak tahu akan kemana tujuannya pada pagi itu. Apakah akan mampir ke rumah Tina? Atau Ninuk? Ah lebih baik ke rumah Yova saja. Biasanya anak itu sudah siap pada pagi sekali. Aku bisa meluangkan waktu menunggu siang di rumahnya, pikir Ade.
       Tiba di rumah Yova, Ade ternyata harus menunggu lama sekali. Yova masih berjalan-jalan bersama adiknya yang masih kecil. Mama Yova sedang menata meja makan untuk sarapan Papanya. Kakak Yova sedang mengepel lantai. Papa Yova sedang mencuci mobil. Bik Icih sedang membantu mempersiapkan makanan di dapur. Dan Ade merasa jengah menunggu di teras.
       "Tunggu sebentar, De. Yova Cuma mengajak jalan-jalan Vina menghirup embun pagi. Tak lama lagi dia pasti kembali. Dia juga sudah siap akan berangkat...," kata Papa Yova mencoba menentramkan kegundahan Ade yang sedang menunggu itu.
       Tetapi yang dikatakan oleh Papa Yova itu ternyata lama sekali bagi Ade. Jam dinding di rumah Yova menunjukkan pukul enam lebih sepuluh menit. Jarumnya bergerak perlahan. Ade semakin merasa tidak enak duduk di kursi teras. Tak lama kemudian Bik Icih mengantar secangkir teh manis dengan ubi goreng.
       "Silakan diminum, Neng Ade," Bik Icih menawarkan.
       "Saya mau berangkat dulu, Bik," jawabnya kepada Bik Icih. Lalu kepada Papa Yova dia pamitan sambil bergegas pergi, "Terima kasih... Om, saya mau berangkat saja dulu. Mau mampir ke rumah Ninuk, Om..." la tiba-tiba gugup. Papa Yova keheranan, demikian pula Bik Icih. Mereka heran melihat Ade tiba-tiba pergi dan melangkah lebar-lebar meninggalkan rumah itu.
       Semua orang sibuk, semuanya bekerja. Semuanya, tanpa kecuali. Kak Nina juga. Padahal Kak Nina sedang sakit. Karena tanggung jawabnya sebagai anak tertua dan juga karena rasa sayangnya kepada keluarga, Kak Nina berpayah-payah pergi mengantar kue. Padahal Kak Nina sakit. Bagaimana kalau sakitnya bertambah parah? Bagaimana kalau Kak Nina jatuh dari sepeda karena kepalanya pening? Bagaimana kalau sampai... ah. Ade
seperti ingin menangis selama perjalanan menujuh ke sekolah. Hatinya begitu gundah. Ia tak jadi ke rumah Ninuk. Sekolah masih sepi, baru beberapa anak saja yang datang.
       Selama pelajaran berlangsung Ade tidak bisa memusatkan perhatiannya pada pelajaran. Beberapa kali ditegur Pak Adi karena melamun. Ia ingin segera pulang. Ingin segera menjenguk Kak Nina. Mungkin Kak Nina tambah parah sakitnya, mungkin Kak Nina jatuh dari sepeda karena kepalanya pening lalu ada kendaraan yang menabraknya Hap.. .
       "Kau sakit, Ade?" tiba-tiba terdengar teguran Pak Adi. Ade gelagapan. Rupanya tadi la melamun selama Pak Adi menerangkan. Pak Adi lalu menghampirinya. Meraba keningnya. Ade jadi terharu.
       "Kepalamu hangat. Pulang saja,ya Nanti bertambah parah..." kata Pak Adi. Ade menurut. Ia bergegas meninggalkan sekolah. Ade berjalan dengan setengah berlari. Agar secepat mungkin bisa tiba dirumah melihat Kak Nina.
       Dengan tergopoh-gopoh ia memasuki rumah. Ibu sampai keheranan melihat sikapnya. Langsung menuju ke kamar Kak Nina. Dan Kak Nina terbaring di pembaringannya.
       Ade seperti ingin menubruk kakaknya yang sedang terbaring itu. Kak Nina jadi terheran-heran dibuatnya.
       "Ada apa, De? Kenapa kau tiba-tiba begini?" tanya Kak Nina.
       "Maafkan aku, kak. Sebenarnya aku tidak ada ulangan... Aku cuma malu mengantarkan kue-kue itu " Ade langsung saja menangis. Suaranya jadi tidak jelas terdengar.
       "Sudahlah, jangan menangis. Yang penting kau sudah menyadari kesalahanmu dan tak akan mengulanginya lagi. Untuk kali ini tak apa-apa. Kakak memaafkanmu, De," Lembut suara Kak Nina. Menyejukkan hati Ade. Mengobati rasa sesalnya agar tidak berkepanjangan.
       Dan keesokan harinya, Kak Nina masih sakit. Ade benar-benar melaksanakan apa yang dijanjikanya kepada kakaknya. Tanpa ragu lagi Ade menjinjing keranjang kue-kue. Dengan sepeda jengki ia berkeliling mengantar kue-kue itu ke warung-warung. Tak ada yang mengejek, tak ada yang menggoda, tak ada rasa malu. Yang ada adalah rasa tanggung jawab yang besar. ***
Sumber : Majalah Bobo




Lagu tentang tanggung jawab
sejak pertama ku jumpa dia    
aku merasa sesuatu berubah 
aku tak mengerti apa maksunya
mungkin cinta sayang atau apa namanya
hari demi hari trus beganti  
namun bayangnya selalu di hati
ku tak tau harus di mana lagi
mungkin kah harus aku membunuh diri
Reff
dia harus tanggung jawab
atas semuannya.. kerena dia ku bimbang
makan tak kenyang tidur ku tak tenang
ku harus bagai mana
mengadapi dia 
semakin dia mendekat makin ku berhasrat
untuk peluk dirinnyaahaa..
suatu saat… akan menjebat
 jantung ku berdetak 
lebih kencang..

sumber:


Manusia dan Harapan


Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.


Pengertian Cita-Cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup
tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
3  Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
- Manusia itu sendiri,
- Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut,
- Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita – citanya antara lain :
- Faktor yang menguntungkan, dan
- Faktor yang menghambat.

Tantangan dalam mewujudkan harapan dan cita-cita

Setiap orang bebas menentukan keinginan atau impian yang akan dibuat. Apalagi menjelang tahun baru yang segera akan kita buka bersama-sama. Banyak sekali rencana dan keinginan yang hendak kita capai. Namun sayangnya tidak semua bisa mewujudkan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Bukan karena tidak mudah untuk diraihnya atau diluar kemampuan kita. Tapi kebanyakan dari keinginan itu berhenti ditengah jalan atau kasarnya gagal untuk dicapai. Ini dikarenakan semata-mata dari kita sendiri yang sulit untuk menjaga komitmen dalam  menjalankan niat terhadap yang apa yang kita inginkan.
Padahal semua keinginan dan resolusi itu menuntut kita untuk bersabar dalam menjalaninya. Karena pada dasarnya semua yang kita inginkan butuh proses untuk mewujudkannya. Tentunya resolusi yang menurut kita baik untuk dicapai, sehingga tidak sia-sia usaha kita dalam menjalaninya.
Kalau belum apa-apa kita sudah bosan, males atau  membuat alasan ini dan itu sebagai justifikasi atau pembenaran untuk tidak berbuat. Maka tunggulah apa yang kita inginkan. Pelan tapi pasti akan menjauh pula dari kita. Karena kita sendiri yang menjadikan rencana atau resolusi itu tumbang ditengah jalan. Jadi janganlah menyalahkan orang lain, kalau kita gagal untuk mewujudkan cita-cita atau berbagai resolusi yang kita buat. Tapi semua itu karena ulah kita yang menganggap remeh dengan suatu proses.
Sebaliknya, selama kita tetap menjalankan langkah-langkah terhadap apa yang kita inginkan atau menjalani suatu proses, niscaya pelan tapi pasti keinginan atau resolusi kita akan bisa terwujud. Karena pada dasarnya tidak ada cita-cita yang tidak mungkin dicapai. Yup, nothing is impossible dan semuanya adalah bisa dan mungkin, selama kita mau berusaha. Jadi prinsip saya, tak akan lari gunung dikejar. Tinggal kita mau tidak berusaha untuk mendekati gunung itu.  Paling tidak sudah lebih dekat dengan  suatu keberhasilan, kalau belum bisa tercapai secara sempurna.
Maka komitmen dan persisten adalah kunci untuk mewujudkan apa yang menjadi resolusi kita. Tanpa itu dilaksanakan atau kita sendiri bosan dalam mewujudkannya, maka tunggu saja pada akhir tahun kita akan membuat resolusi yang sama lagi. Begitu seterusnya. Jadi resolusi akan tinggal resolusi apapun bentuk resolusi kita. Lagi-lagi kita sendiri sumber dari pelaku kegagalan itu.
Apakah saya juga begitu? Sama saja, saya terkadang  lupa, malas, bosan dan nanti deh lagi sibuk mengerjakan ini dan itu. Akhirnya saya melenceng dari track/jalur yang seharusnya ditempuh. Tapi kalau ingat manfaat jangka panjangnya, tentu saya segera kembali mengerjakan apa yang saya inginkan, sebelum kejauhan melencengnya. Atau sekedar meluruskan rencananya lagi, hehehhe. Bener tidak?
Sekedar refleksi kenapa resolusi kita gagal atau tidak bisa tercapai. Mumpung tahun baru belum dimulai. Yuk, kita perbaharui komitmen untuk mencapai apa yang menjadi harapan dan keinginan agar apapun yang menjadi resolusi kita bisa terwujud. Tentunya semangat yang menyala, jangan hanya dimunculkan pada awal tahun saja. Tapi sebisa mungkin terus bertahan sampai akhir tahun lagi tatkala resolusi itu dibuat.
Selamat menyongsong tahun baru 2014. Semoga tahun 2014 akan membawa keberkahan bagi kita semua dan menjadikan hidup kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, aamiin.

Sumber :

Manusia dan Tanggung jawab



Pengertian Kewajiban

Menurut  Prof  Notonagoro  Wajib  adalah  beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan  atau  diberikan  melulu oleh  pihak  tertentu tidak  dapat oleh pihak lain manapun   yang pada  prinsipnya  dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan .Sehingga
Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan

Pengertian Hak

Hak adalah Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya: hak mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari guru dan sebagainya. “Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
Pengertian Wewenang & Tanggung Jawab
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.
Ada 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :
1.   Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/diwarisi hal tersebut.
2.    Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.
Tanggung  jawab  menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya

Hak dan kewajiban dalam keluarga

1. Hak Orang Tua yang Masih Hidup
a. Mendapat perlakuan yang baik
Dalil hadits: “Berbuat baiklah kepada kedua orang tua lebih utama ketimbang shalat, shadaqah, puasa, haji, umrah dan jihad di jalan Allah.” (HR. Abu ya’la dan Thabrani)
b. Mendapat perawatan yang baik dari anak-anaknya hingga maut menjemputnya, terlebih lagi bila ia telah lanjut usia. “Anak tidak dapat membalas kedua orang tuanya hingga ia mendapati sebagai budak lalu membelinya dan memerdekakannya.” (HR. Muslim)
2. Hak Orang Tua yang telah wafat
Ada seorang laki-laki menghadap Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah masih adakah kewajiban untuk berbuat baik kepada orang tuanya yang telah wafat?” Rasulullah SAW bersabda: “Ya, mendo’akannya, memintakan ampun untuknya, menunaikan janjinya, menghormati temannya, menyambungkan kerabat yang tidak dapat disambung oleh orang tua.” (HR. Abu Daud, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
III. Hak Anak (Kewajiban Orang Tua terhadap Anak)
1. Mendapat nama yang baik dan mengaqiqahkannya. Untuk perempuan satu ekor kambing dan untuk laki-laki dua ekor kambing.
Dalil hadits: “Setiap bayi tergadaikan oleh aqiqahnya, disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh dan dicukur rambutnya.” (HR. Muslim)
2. Bersikap lemah lembut dan sayang pada anak, tidak berbeda apakah itu anak perempuan ataupun anak laki-laki.
Dalil hadits: Aqra bin Habis melihat melihat Rasulullah SAW mencium cucunya Hasan, lalu Aqra berkata: “Sesungguhnya aku punya sepuluh anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun diantara mereka” Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari)
3. Mendapat pendidikan dan pengajaran yang baik.
4. Mendapat makanan dan pakaian yang layak.
5. Dipisahkan ruang tidur anak laki-laki dengan anak perempuan bila sudah beranjak besar (Aqil Baligh).
Bagi sesama anak yang lebih tua menyayangi yang lebih muda dan yang lebih muda menghormati yang lebih tua. Saling menolong diantara mereka. Menjaga aib saudaranya dan juga menasihatinya bila melakukan kekhilafan.
Wewenang & tanggung jawab dalam keluarga
Bagaimana dengan wewenang dalam keluarga? Selama masa awal kehidupannya, seorang bayi sering menuntut perhatian dengan menangis atau bahkan menjerit. Tetapi, orang-tua yang bijaksana akan memahami apa sebenarnya yang dibutuhkan sang bayi dan tidak membiarkan diri didikte oleh rengekannya. Ada anak-anak, seraya beranjak dewasa, yang diberi keleluasaan tanpa batas dan dibiarkan menetapkan sendiri standar-standarnya. Karena kurang pengalaman, mereka mungkin terlibat dalam kejahatan atau perbuatan salah lainnya, mengganggu keluarga maupun masyarakat secara keseluruhan, sebagaimana sudah dikenal betul oleh banyak kalangan berwenang setempat
Hak, Kewajiban dalam masyarakat

Dalam penataan ruang, setiap orang berhak untuk:
· mengetahui rencana tata ruang;
· menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang;
· memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang;
KEWAJIBAN
Dalam pemanfaatan ruang, setiap orang wajib:
· menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan;
· memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang;
· mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang; dan
· memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum.

 Kewajiban  Dalam  Negara  &  Warga  Negara UUD 1945
Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Keberadaan negara, seperti organisasi secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Negara memiliki kekuasaan yang kuat terhadap rakyatnya. Kekuasaan, dalam arti kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok lain, dalam ilmu politik biasanya dianggap bahwa memiliki tujuan demi kepentingan seluruh warganya. Dengan demikian, kekuasaan yang dimiliki oleh sekelompok orang yang berperan sebagai penyelenggara negara adalah semata-mata demi kesejahteraan warganya.
Pemahaman hak dan kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27, 28, dan 30, yaitu sebagai berikut.
1. Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.
2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Pada ayat (2), taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
4. Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.
Contoh kewajiban negara terhadap warga negara
1. Kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil
2. Kewajiban negara untuk menjamin HAM
3. Kewajiban negara untuk memberikan kebebasan beribadah
Contoh Hak negara negara terhadap warganya
1. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahannya.
2. Hak negara untuk dibela
3. Hak negara untuk menguasai bumi, air dan kekayaan untuk kepentingan rakyatnya
Adapun Kewajiban Negara yang seharusnya dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Mensejahterakan kehidupan rakyat.
2. Membela rakyat.
3. Menjamin keamanan dan kenyamanan rakyat,
4. Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok rakyat,
5. Memberi pendidikan formal, non formal dan in formal kepada rakyat
 Hak dalam negara dan warga negara
Negara dan Warga Negara dalam system Kenegaraan di indonesia
Kedudukan Negara Kesatuan republic Indonesia. Negara yang pada dasarnya mensyaratkan adanya wilayah,pemerintahan,penduduk sebagai warga Negara, dan pengakuan dari Negara-negara lain sudah dipenuhi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI adalah Negara berdaulat yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dan menjadi anggota PBB. NKRI mempunyai kedudukan dan kewajiban yang sama dengan Negara – Negara lain di dunia, yaitu ikut serta memelihara dan menjaga perdamaian dunia karena kehidupan NKRI tidka dapat terlepas dari pengaruh kehidupan dunia internasional (global).NKRI didirikan berdasarkan UUD 1945 yang mengatur tentang kewajiban Negara terhadap warganya dan hak serta kewajiban warga Negara terhadap negaranya dalam suatu system kenegaraan. Kewajiban Negara terhadap warganya pada dasarnya adalah memberikan kesejahteraan hidup dan keamanan lahir batin sesuai dengan system demokrasi yang di anutnya. Negara juga wajib melindungi hak asasi warganya sebagai manusia secara individual (HAM).
• Sifat Hakekat Negara
1. Hak untuk membuat dan mengedarkan uang
2. Hak untuk mendirikan angkatan bersenjata
3. Hak untuk mengadili dan menjatuhkan hukuman
4. Hak untuk mengumumkan perang dan perjanjian perdamain
5. Hak untuk menanggalkan hak
·    Landasan Hukum
1. Pembukaan UUD 1945, khususnya pada alinea kedua dan keempat, yang memuat cita-cita tujuan dan aspirasi bangsa Indonesia tentang kemerdekaanya.
2. Pasal 27 ayat (1) menyatakan bahwa “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”.
3. Pasal 30 ayat (1) menyatakan bahwa “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaaan negara “.
4. Pasal 31 ayat (1) menyatakan bahwa “ Tiap-tiapn warga negara berhak mendapatkan pengajaran.
b. Ketentuan MPR No. II/MPR/1999 tentang Garis- garis besar haluan Negara.
c. Undang – undang No. 20 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pertahanan keamanan Negara Republik Indonesia ( Jo. UU No. 1 tahun 1988)
1. Dalam pasal 18 (a) disebutkan bahwa hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertakan melalui pendidikan pendahuluan Bela Negara sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam sistem Pendidikan Nasional.
2. Dalam pasal 19 (2) sebutkan bahwa pendidikan Pendahuluan Bela Negara wajib diikuti oleh setiap warga negara dan dilaksanakan secara bertahap. Tahap awal pada tingkat pendidikan dasar sampai pada pendidikan menengah ada dalam gerakan kewiraan Pramuka. Tahap lanjutan pada tingkat pendidikan tinggi ada dalam bentuk pendidikan.
d. Undang – undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusuan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian Hasil belajar Mahasiswa dan Nomor 45/U/2002 tentang Kurikulum inti pendidikan Tinggi telah ditetapkan bahwa pendidikan Agama, pendidikan bahasa dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian, yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi.

 Sumber :

Tulisan Tentang manusia dan kegelisahan, manusia dan penderitaan

Puisi Tentang Kegelisahan Hati
Padam

Tetes darah masih membasahi asa
Mengalir deras tanpa rasa curiga
Bersama penantian ia redam
Bersama kematian ia terlenyapkan

Luka ini, kapankah terobati?
Sesaat sembuh, lalu muncul tak mau pergi
Senja itu telah hilang
Di antara deburan ombak, senja telah menghilang
Meninggalkan bulan dalam keterombang-ambingan
Membuat malam kian mencekam
By: Isnaini

Puisi Penderitaan :

Aku disini terdiam .
Tersentak tanpa kata.
Seakan dunia gelap oleh kabut.
Seolah cahaya hilang di telannya.
Ku mencintai bukan membenci.
Ketika ku coba untuk memahami.
Arti cinta sebenarnya.
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat ?
Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai.
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan.
Dengan sebuah silet tajam.
Kau sayat seolah kau tak mempunyai rasa.
Aku hanya bisa terdiam melihatnya.
Seakan pasrah dengan semua.
Karna ku mencintai.
Bukan aku yang di cintai.
Semoga kau bahagia.
Dengan luka ku ini.
Semoga kau tenang.
Dengan penderitaan hati. P>
Sesungguhnya Tuhan melihat.
Mendengar.
Dan merasakan.
Apa yang kurasa.
Dia tak diam.
Tapi dia selalu mendengar do’a ku..
Suatu saat kau akan tau.
Arti cinta sebenarnya
by : Evan

Vierra - Terlalu Lama Lyrics

sudah lama ku menanti dirimu
tahu tahu sampai kapankah
sudah lama kita bersama-sama
tapi segini sajakah

* entah sampai kapan ooo
entah sampai kapan

reff:
hari ini ku akan menyatakan cinta, nyatakan cinta
aku tak mau menunggu terlalu lama, terlalu lama

sadarkah kau, ku adalah wanita
aku tak mungkin memulai
sadarkah kau, kau menggantung diriku
aku tak mau menunggu

Vierra - Kesepian lyrics

dimana kamu dimana, di sini, bukan
kemana kamu kemana, ke sini, bukan
katanya pergi sebentar, ternyata lama
tahukah aku sendiri menunggu kamu

reff:
jangan kau pergi lagi
aku tak mau sendiri
temani aku tuk sebentar saja
agar aku tak kesepian

katanya pergi sebentar, ternyata lama
tahukah aku sendiri menunggu kamu

reff2:
jangan janji-janji terus
aku tak mau kau bohong
temani aku tuk sebentar saja
agar aku tak kesepian

Ada band – Haruskahku Mati

Bagaimana mestinya
Membuatmu jatuh hati kepadaku
Tlah kutulis sejuta puisi
meyakinkanmu membalas cintaku

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kautau betapa suci hatiku
Untuk memilikimu
Adakah keikhlasan
Dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkan mu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuhku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tau betapa suci hatiku
Untuk memilikimu

Tiadakah ruang di hatimu untukku
Yang mungkin bisa tuk kusinggahi
Hanya sekedar penyejuk di saatku layu
Ku tlah menantimu hingga akhir masa

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuhku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tau betapa suci hatiku
Untuk memilikimu