Minggu, 15 Juni 2014

Tulisan Tentang manusia dan kegelisahan, manusia dan penderitaan

Puisi Tentang Kegelisahan Hati
Padam

Tetes darah masih membasahi asa
Mengalir deras tanpa rasa curiga
Bersama penantian ia redam
Bersama kematian ia terlenyapkan

Luka ini, kapankah terobati?
Sesaat sembuh, lalu muncul tak mau pergi
Senja itu telah hilang
Di antara deburan ombak, senja telah menghilang
Meninggalkan bulan dalam keterombang-ambingan
Membuat malam kian mencekam
By: Isnaini

Puisi Penderitaan :

Aku disini terdiam .
Tersentak tanpa kata.
Seakan dunia gelap oleh kabut.
Seolah cahaya hilang di telannya.
Ku mencintai bukan membenci.
Ketika ku coba untuk memahami.
Arti cinta sebenarnya.
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat ?
Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai.
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan.
Dengan sebuah silet tajam.
Kau sayat seolah kau tak mempunyai rasa.
Aku hanya bisa terdiam melihatnya.
Seakan pasrah dengan semua.
Karna ku mencintai.
Bukan aku yang di cintai.
Semoga kau bahagia.
Dengan luka ku ini.
Semoga kau tenang.
Dengan penderitaan hati. P>
Sesungguhnya Tuhan melihat.
Mendengar.
Dan merasakan.
Apa yang kurasa.
Dia tak diam.
Tapi dia selalu mendengar do’a ku..
Suatu saat kau akan tau.
Arti cinta sebenarnya
by : Evan

Vierra - Terlalu Lama Lyrics

sudah lama ku menanti dirimu
tahu tahu sampai kapankah
sudah lama kita bersama-sama
tapi segini sajakah

* entah sampai kapan ooo
entah sampai kapan

reff:
hari ini ku akan menyatakan cinta, nyatakan cinta
aku tak mau menunggu terlalu lama, terlalu lama

sadarkah kau, ku adalah wanita
aku tak mungkin memulai
sadarkah kau, kau menggantung diriku
aku tak mau menunggu

Vierra - Kesepian lyrics

dimana kamu dimana, di sini, bukan
kemana kamu kemana, ke sini, bukan
katanya pergi sebentar, ternyata lama
tahukah aku sendiri menunggu kamu

reff:
jangan kau pergi lagi
aku tak mau sendiri
temani aku tuk sebentar saja
agar aku tak kesepian

katanya pergi sebentar, ternyata lama
tahukah aku sendiri menunggu kamu

reff2:
jangan janji-janji terus
aku tak mau kau bohong
temani aku tuk sebentar saja
agar aku tak kesepian

Ada band – Haruskahku Mati

Bagaimana mestinya
Membuatmu jatuh hati kepadaku
Tlah kutulis sejuta puisi
meyakinkanmu membalas cintaku

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kautau betapa suci hatiku
Untuk memilikimu
Adakah keikhlasan
Dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkan mu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuhku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tau betapa suci hatiku
Untuk memilikimu

Tiadakah ruang di hatimu untukku
Yang mungkin bisa tuk kusinggahi
Hanya sekedar penyejuk di saatku layu
Ku tlah menantimu hingga akhir masa

Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuhku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tau betapa suci hatiku
Untuk memilikimu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar