Jumat, 03 Juni 2016

Menyampaikan Gagasan dan Tanggapan dalam Diskusi


  Mencatat Apa dan Siapa yang Dibicarakan dalam Diskusi

Kemampuan berkomunikasi seseorang tidak tumbuh dengan sendirinya. Komunikasi seseorang akan baik dan terlatih apabila sering berkomunikasi dalam berbagai peristiwa dan beraneka ragam pendengarnya. Berbicara meru- pakan keterampilan berbahasa secara nyata. Kegiatan ini dapat berlangsung dengan bercakap-cakap, tanya jawab, berdialog, berpidato, dan berdiskusi/ seminar.
Seseorang agar memiliki keterampilan berbicara secara baik dan benar dalam forum-forum diskusi/seminar, maka dia harus menguasai hal-hal berikut ini.
a.         Penguasaan masalah.
b.        Penguasaan lafal dan intonasi.
c.         Pengenalan situasi.
d.        Keberanian berbicara.
e.         Penguasaan bahasa/kekayaan kosakata dan gaya penyampaiannya.
f.          Sering  latihan/kebiasaan.
Tujuan berbicara dalam forum apa pun tentulah didorong oleh keinginan untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada siapa yang diajak berbicara. Dalam diskusi/seminar ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, mengingat diskusi itu merupakan suatu forum musyawarah untuk memufakati suatu masalah yang dihadapi bersama-sama.
Pihak-pihak yang terlibat dalam diskusi.
a.        Moderator
Seorang anggota diskusi/seminar yang ditunjuk oleh panitia seminar/diskusi untuk memimpin jalannya diskusi sampai selesai.
b.        Notula
Seorang anggota seminar yang ditunjuk oleh panitia dan moderator sebagai pencatat dan perekam dalam proses jalannya seminar/diskusi.
c.        Pembicara
Seorang ahli atau pakar yang dimintai oleh panitia untuk menjadi pembicara atau memberikan materi dalam diskusi/seminar tersebut.
d.        Peserta
Anggota seminar yang mengikuti seminar/diskusi dan mendaftar secara langsung ataupun hanya sebagai partisipan.


Kewajiban-kewajiban  peserta diskusi/seminar.

a.        Berkemampuan mengusahakan terselenggarakannya diskusi secara lancar dan tertib.
     b.        Sabar, adil, dan tidak memihak. 
     c.         Mematuhi dan menjalankan peraturan diskusi yang telah dibuat/ditetapkan.
d.        Bersama-sama anggota/sekretaris menyusun kesimpulan diskusi dan mengumumkannya.
e.        Menguasai pokok-pokok masalah yang didiskusikan. Hak peserta diskusi.
       a.        Mematuhi aturan berdiskusi
b.        Menguasai/memahami  pokok-pokok masalah.
c.         Aktif menyumbangkan ide, gagasan, dan pokok-pokok pikirannya.
      d.        Menghargai pendapat orang lain.
e.        Selalu menghindari sikap emosional dan alogis.
f.          Mengajukan usul/pendapat setelah dipersilakan oleh ketua diskusi.


Sumber : Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA/2013 kelas XII

Menanggapi isi Berita



Tanggapan adalah ulasan atau komentar atas berita, pidato, laporan, dan sebagainya. Tanggapan terhadap berita dapat diberikan pada seluruh aspek berita, seperti isi, unsur berita, bahasa, gaya penulisan berita, dan sebagainya. Sebelum menanggapi berita, kita harus memahami berita tersebut. Setelah itu, baru kita lakukan analisis secara mendalam terhadap seluruh aspeknya.
Dalam memberikan tanggapan terhadap suatu berita atau laporan, diper- lukan pemahaman tiga aspek penting dari tulisan tersebut. Tiga aspek dalam tulisan tersebut adalah aspek tulisan/ejaan, aspek substansi/isi, dan aspek pe- nyajian berita. Bahasa yang digunakan dalam penulisan berita hendaknya menggunakan ragam bahasa standar. Bahasa standar mempunyai ciri-ciri: cen- dekia, luwes, dinamis, efektif, dan enak dibaca, tetapi tetap berpedoman pada kaidah bahasa yang berlaku.



Sumber : Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA/2013 kelas XII

Memilih antara Fakta dan Pendapat




1.        Memilah antara Fakta dan Pendapat

Fakta adalah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bisa dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas sesuatu. Dalam kode etik jurnalistik, pasal 3 ayat (30) dijelaskan antara lain, “…di dalam menyusun suatu berita, wartawan Indonesia harus membedakan antara kejadian (fact) dan pendapat (opini) sehingga tidak mencampuradukkan yang satu dengan yang lain untuk mencegah penyiaran berita-berita yang diputarbalikkan atau dibubuhi secara tidak wajar.”
Pendapat juga disebut opini. Dikenal public opinion atau pendapat umum dan general opinion atau anggapan umum. Opini merupakan persatuan (sintesis) pendapat-pendapat yang banyak; sedikit banyak harus didukung orang banyak baik setuju atau tidak setuju; ikatannya dalam bentuk perasaan/emosi; dapat berubah; dan timbul melalui diskusi sosial. Berdasarkan catatan pokok-pokok isi berita dapat dibedakan antara fakta dan pendapat dalam teks yang dibacakan oleh teman.


Sumber : Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA/2013 kelas XII