Jumat, 11 Maret 2016

Teks Eksposisi



Kemacetan di Kota
 
Tranportasi di denifisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial. Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.

Kegiatan tranportasi harian relative menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di  Jakarta, kemacetan terjadi setiap hari pada titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota misalnya Bogor dan Depok. Pada rentang di antara maksud tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap  dan tujuan wisata seperti Ancol.
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas maasyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan  yang berulang setiap hari merupakan akses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar