Kemacetan di Kota
Tranportasi di denifisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan
turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial. Tipe kegiatan sosial
ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda
pula.
Kegiatan tranportasi harian relative menimbulkan pergerakan
yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang
menempuh pendidikan di sekolah. Di Jakarta,
kemacetan terjadi setiap hari pada titik yang menjadi jalur pergerakan para
pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung
terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan
kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota
misalnya Bogor dan Depok. Pada rentang di antara maksud tersebut, kemacetan
dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata seperti Ancol.
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas
maasyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan akses dari
pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat
tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat
dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian tempat tinggal berupa rumah susun
sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya
belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar