Jumat, 03 Juni 2016

Menyampaikan Intisari Buku Biografi



1.       Mengenal Buku Biografi

Biografi berisi riwayat hidup seseorang, biasanya seorang tokoh yang terkenal. Dalam buku biografi ini berisi pandangan kidu, perjuangan, keberkasilan prestasi, dan kesulitan yang dikadai sang tokoh. Buku biografi ini biasanya ditulis orang lain, sedangkan yang ditulis sendiri oleh sang tokoh disebut autobiografi.

2.       Mencatat Hal-hal Menarik dari Kehidupan Tokoh


             3.       Menyampaikan Hal-hal yang Menarik dari Kehidupan Tokoh

           4.        Menanggapi Penyampaian Biografi

 

 


Sumber : Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA/2013 kelas XII

Melampirkan Notula



Notula merupakan catatan singkat mengenai jalannya persidangan (rapat) ataupun diskusi serta hal-hal yang dibicarakan dan diputuskan. Notula tidak memiliki format yang standar. Hal ini tergantung pada kesepakatan organisasi yang menyelenggarakan acara notula tersebut.

Pola Penulisan Notula yang Lengkap

Dalam diskusi yang bersifat resmi, biasanya ada seseorang petugas yang membuat catatan mengenai jalannya diskusi secara keseluruhan. Petugas tersebut disebut notulis dan catatannya disebut notula (ada juga yang menyebut notulen). Seorang notulis yang baik harus memiliki kecermatan dan kepandaian dalam memilih dan mengikuti jalannya diskusi atau seminar secara keseluruhan. Adapun unsur-unsur yang harus dicatat notulis adalah sebagai berikut.
a.        Nama diskusi
b.        Tempat dan waktu diskusi
c.         Pemandu diskusi
d.        Penyaji/pembicara  diskusi
e.        Jumlah peserta yang hadir
f.          Materi pokok diskusi
g.        Permasalahan yang dihadapi
h.        Penanggulangan  masalah
i.          Saran dan usulan peserta
j.          Kesimpulan diskusi
k.        Nama dan tanda tangan notulis.

Sumber : Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA/2013 kelas XII

Mengenali Unsur-unsur dalam Laporan Hasil Diskusi



Diskusi bertujuan untuk memperoleh kesimpulan yang dapat disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan sumbangan pemikiran. Laporan kegiatan diskusi disampaikan dalam bentuk tertulis agar lebih jelas, lengkap, koherensif. Pihak yang membuat laporan diskusi adalah panitia penyelenggara/ pelaksana, sedangkan laporan ditujukan atau diserahkan kepada pihak yang membawakan panitia. Oleh pihak yang menerima laporan, hasil-hasil diskusi dapat ditindaklanjuti dengan cara memublikasikannya kepada khalayak umum.
Laporan diskusi harus singkat, jelas, terperinci, dan lengkap. Hal ini dimaksud- kan untuk memudahkan pihak penerima laporan dalam menangkap kandungan pokok laporan. Sementara itu, isi laporan sebaiknya mencakup hal-hal penting penyelenggaraan diskusi. Hal-hal yang lazim terdapat dalam laporan diskusi adalah badan penyelenggara, tempat, waktu penyelenggaraan, tujuan, dan rumusan diskusi.
Secara terperinci, unsur-unsur yang harus ada dalam laporan hasil diskusi adalah sebagai berikut.
a.        Pendahuluan, yang terdiri atas:
1)       latar belakang pelaksanaan diskusi,
2)       tujuan diskusi,
       3)       langkah-langkah  persiapan.
        b) .      Uraian pelaksanaan, terdiri atas:
1)       tempat dan waktu,
2)       peserta,
       3)       prosesi jalannya diskusi,
 4)       rumusan hasil diskusi.
        c)        Penutup, yang terdiri atas:
       1)       kesimpulan,
2)       saran-saran.
d)        Lampiran

Sumber : Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA/2013 kelas XII

Menemukan Paragraf Berpola Deduktif



 

Paragraf adalah bagian dari telaah wacana dalam bahasa Indonesia. Penalaran dalam paragraf sebuah wacana dapat berpola deduktif dan induktif. Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang bertolak dari peristiwa- peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus. Apabila diidentifikasi secara terperinci, paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.        letak kalimat utama di awal paragraf atau paragraf kedua,
b.        diawali dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
Untuk menemukan paragraf, baik yang berpola deduktif maupun induktif, harus dilakukan membaca yang intensif terhadap teks. Membaca intensif maksudnya membaca secara sungguh-sungguh sehingga mengetahui isinya secara optimal.

Sumber : Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA/2013 kelas XII